Merokok Berhubungan Dengan Peningkatan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Merokok Berhubungan Dengan Peningkatan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Para perokok aktif dan orang yang sering terpapar dengan asap rokok memiliki risiko yang signifikan terhadap diabetes jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok. Fakta ini ditemukan dari hasil penelitian metaanalisis yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard T.H Chan School of Public Health, Huazhong University dan National University of Singapore.

Para peneliti memperkirakan bahwa 11.7% dari kasus diabetes tipe 2 pada pria dan 2.4% kasus diabetes pada wanita  di dunia (27.8 juta kasus) berhubungan langsung dengan aktivitas merokok. Temuan lain yang ditemukan adalah, ternyata risiko terkena diabetes juga menurun seiring waktu setelah para perokok berhenti merokok. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes& Endocrinology  edisi September 2015.

Meskipun kita sudah banyak menemukan hubungan antara rokok dengan risiko kanker, penyakit pernapasam, dan penyakit jantung, tidak banyak fakta yang mengungkap hubungan antara merokok dengan diabetes mellitus. Pada tahun 2014 US Surgeon General melaporkan bahwa terdapat hubungan antara merokok aktif dan risiko diabetes, namun tidak membahas hubungannya dengan perokok pasif serta bagaimana dampaknya jika seseorang berhenti merokok.

Pada penelian ini, para ahli melakukan jenis penelitian metaanalisis pada 88 penelitian sebelumnya untuk mengetahui hubungan antara merokok dan diabetes pada sekita 6 juta subjek penelitian. Mereka menemukan bahwa jika dibandingkan dengan seseorang yang belum pernah merokok, para perokok aktif menjadi 37% lebih berisiko mendapatkan diabetes, sementara perokok yang sudah berhenti merokok berisiko lebih sedikit, yaitu 14%. Perokok pasif, meskipun hanya menghirup asapnya juga ternyata mengalami peningkatan risiko sebanyak 22%.

(Baca juga: Ini Dia Efek Buruk yang Diterima Perokok Pasif)

Para peneliti tidak ketinggalan dalam mempelajari bagaimana penurunan risiko diabetes terjadi setelah seseorang berhenti merokok. Diketahui bahwa peningkatan risiko terkena diabetes yang 5 tahun sebelumnya adalah 54% menurun hingga menjadi 18%  dan menjadi 11% setelah lebih dari 10 tahun.

Profesor Frank Hu, salah satu dari peneliti menyatakan bahwa rokok merupakan salah satu faktor risiko kunci diabetes yang bisa diintervensi. Dengan kampanye untuk menghentikan rokok akan memberikan dampak yang substasial dalam mengurangi beban penyakit akibat diabetes tipe 2.

Hasil penelitian ini semakin menegaskan pentingnya pemberantasan konsumsi rokok dalam usaha menurunkan mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia. Implementasi kesepakatan bersama untuk membatasi konsumsi rokok dalam WHO Framework on Tobacco Control merupakan hal yang penting untuk memberikan perlindungan kepada perokok pasif agar terhindar dari penyakit dan juga akan membantu para perokok untuk berhenti merokok.

(Baca juga: Bagaimana Tubuh Memperbaiki Diri Setelah Berhenti Merokok?)


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.