Pesan Konferensi Antitembakau Sedunia 2015

Pesan Konferensi Antitembakau Sedunia 2015

Konferensi dunia antitembakau ke 16 yang diikuti oleh  74 anak muda dari 40 negara dengan visi “No More Tobacco in 21 Century” berakhir Sabtu kemarin 21 Maret 2015.

Menjelang penutupan mereka menyampaikan deklarasi final meminta setiap negara melakukan usaha nyata untuk menurunkan konsumsi tembakau. Usaha nyata ini salah satunya dilakukan lewat implementasi paripurna dan menyeluruh dari Panduan World Health Organization (WHO) untuk menurunkan konsumsi rokok dan menurunkan beban Penyakit Tidak Menular (PTM).

Konsumsi tembakau diketahui merupakan faktor risiko  dari  sejumlah penyakit tidak menular  yang mematikan seperti kanker, penyakit kardiovaskuker,  serangan jantung, stroke, diabetes dan gangguan pernapasan. Penyelenggara mengingatkan bahwa konsumsi tembakau telah menyebabkan 1 dari 6 kematian akibat penyakit-penyakit tersebut. Tidak hanya sampai disitu, diperkirakan setengah dari seluruh pengkonsumsi tembakau di dunia saat ini pada akhirnya akan meninggal karena penyakit-penyakit tersebut.

Menurut WHO,  satu orang mati setiap 6 detik karena rokok, atau sama dengan 6 juta orang setiap tahunnya. Apabila tidak dilakukan usaha yang berarti, diperkirakan korban akibat tembakau  dapat mencapai 8 juta pada 2030.

Walaupun saat ini telah terjadi penurunan jumlah perokok di dunia, masih diperlukan berbagai upaya untuk mencapai target penurunan perokok sampai 30% pada tahun 2025 dan mencapai cita-cita “No More Tobacco in 21 Century”.

Konferensi Antitembakau Sedunia ke-16 di Abu Dhabi

Konferensi Antitembakau Sedunia ke-16 di Abu Dhabi

Panduan kerja WHO sebenarnya telah memiliki arahan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memangkas konsumsi rokok pada setiap negara, diantaranya adalah:

  • meningkatkan pajak cukai rokok
  • melarang iklan, promosi dan sponsorship yang dilakukan pabrik rokok
  • menciptakan tempat umum dan tempat kerja bebas rokok.
  • memasang peringatan bahaya pada bungkus rokok
  • melawan penjualan tembakau illegal

Kesepakatan ini telah di setujui oleh 180 negara, namun pelaksanaanya belum maksimal, sehingga melalui konferensi ini, diharapkan seluruh dunia dapat benar-benar mengusahakan kesepakatan  ini terimplementasi dengan baik.

Uni Emirate Arab tempat konferensi ini diseleggarakan merupakan negara yang berdiri di barisan depan untuk melawan tembakau. Negara tersebut telah menerapkan aturan larangan merokok di depan umum. Iklan, promosi dan sponsorship yang dilakukan oleh pabrik rokok juga tidak mendapat ruang. Anak-anak tidak memilki akses membeli rokok karena telah ada larangan penjualan rokok untuk anak dibawah 18 tahun. Terakhir, UAE juga telah menerapkan aturan menaruh gambar peringatan bahaya kesehatan pada bungkus rokok.

Peringatan bahaya kesehatan pada bungkus rokok. (infospesial.net)

Peringatan bahaya kesehatan pada bungkus rokok. (infospesial.net)

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Per tahun 2013  Indonesia telah menerapkan aturan pemasangan peringatan bahaya kesehatan pada bungkus rokok , yaitu sebesar 40%. Namun  sayangnya dari berbagai aspek lain, lebih banyak fakta yang menimbulkan keprihatinan. Salah satunya adalah merokok di usia belia.  Baru-baru ini kita dihebohkan dengan postingan orang tua yang bangga anaknya merokok. Hal ini merupakan imbas keteladanan yang diberikan oleh para ayah, dimana diketahui 64,9 % pria di Indonesia merupakan perokok aktif.  Jumlah ini merupakan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Rusia. Lebih memprihatinkan lagi,  berdasarkan Riskesdas 2013 diketahui 32,3 % perokok merupakan golongan berpenghasilan rendah.

Sementara rakyatnya menjadi semakin miskin dan sakit karena mengkonsumsi rokok, para pengusaha rokok menjadi semakin kaya dan terus genjar berpromosi mensponsori berbagai acara hiburan. Political will berupa aturan tegas  dari pemerintah diperlukan untuk memutus rantai ini. Pajak cukai sebaiknya dinaikkan, kalau perlu hingga 70%, sebagaimana yang direkomendasikan oleh WHO. Acara promosi yang dilakukan oleh pabrik rokok sebaiknya juga dibatasi, sebagaimana yang sudah diterapkan di UAE. Terakhir, pemerintah harus mempertegas implementasi aturan larangan pembelian rokok untuk anak dibawah 18 tahun dan serta menegakkan aturan larangan merokok di tempat umum. Semoga cita-cita No More Tobacco in 21 Century tidak lagi hanya cita-cita!


Comments

comments