Stop Kebiasaan Makan Mie Dan Nasi Sekaligus!

Stop Kebiasaan Makan Mie Dan Nasi Sekaligus!

Mencampur mie dan nasi memang telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia. Nasi sudah barang wajib disantap setiap hari. Tanpa nasi, rasanya belum makan apa-apa. Sementara mie terkenal sebagai makanan darurat dan nikmat disantap. Bumbu yang menempel pada mie menjadikannya seenak judulnya, baik itu rasa kaldu ayam, rasa soto mie, atau rasa rendang. Makan nasi dan mie seperti perpaduan yang menjawab kebutuhan makan kenyang dan enak masyarakat kita.

Kenyang dan enak sih, tapi apakah sehat ya?

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa anda harus menghentikan kebiasaan mencampur nasi dan mie:

  1. Tidak memenuhi prinsip gizi seimbang

Salah satu tujuan makan adalah untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat-zat yang diperlukan untuk metabolisme dan regenerasi tubuh. Makan mie dan nasi utamanya hanya akan memenuhi kebutuhan karbohidrat saja. Anda tidak akan memperoleh kebaikan dari protein, lemak, dan vitamin yang mencukupi. Nasi mengandung 91% karbohidrat dan mie mengandung 58% karbohirat dan 34% lemak.

  1. Hati-hati Kelebihan Kalori!

Indomie mengandung 370 kalori dan sepiring nasi mengandung 400 kalori, mengkosumsi keduanya berarti anda mengkonsumsi  770 kalori dalam sekali makan, atau hampir 40% kebutuhan kalori dalam sehari. Kalori berlebih pada akhirnya dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas, diabetes mellitus, dan sindrom metabolik.

Porsi Makan Anjuran Pedoman Umum Gizi Seimbang

Porsi Makan Anjuran Pedoman Umum Gizi Seimbang

Makan nasi dan mie dalam batas wajar masih diperbolehkan, asalkan anda memperlakukannya sebagai sesama sumber karbohidrat. Jumlah mie dan nasi yang dimakan, tidak boleh melebihi ukuran porsi kabohidrat (makanan pokok) seperti gambar diatas. Tetap sisakan tempat untuk sumber gizi lainnya ya!


Comments

comments