Terlalu Sering Bermain Game Bisa Mempengaruhi Struktur Otak?

Terlalu Sering Bermain Game Bisa Mempengaruhi Struktur Otak?

Sejumlah penelitian sebelumnya telah berhasil mengungkap bagaimana kecanduan pornografi bisa mempengaruhi strukur otak. Kali ini para peneliti juga dibuat penasaran apakah kecanduan bermain game (durasi > 6 jam per hari) juga bisa merubah struktur otak seseorang.

Rasa penasaran ini dipicu oleh temuan hasil penelitian yang di lakukan oleh  dr. Gregory West (Universite de Montreal)  dan dr. Veronique Bohbot (McGill University) yang dipublikasikan di  Proceedings of the Royal Society.

Mereka menemukan bahwa seorang yang ‘rajin’ bermain game ternyata lebih mengandalkan bagian sistem navigasi di nucleus caudatus di bandingkan sistem navigasi bagian otak  hipocampus. Nucleus caudatus adalah bagian otak tengah yang  ikut membangun struktur ganglia basalis dan berfungsi untuk mengatur gerakan motorik sadar, memori, tidur dan perilaku sosial.

Jika dikaitkan dengan penelitian lain, diketahui bahwa orang yang lebih bergantung pada sistem navigasi nucleus caudatus ini akan memiliki bagian otak  gray matter  yang lebih sedikit serta menunjukkan penurunan aktivitas fungsional pada hipokampus..

Hipokampus  sendiri adalah bagian dari sistem limbik yang bertanggung jawab dalam hal memori jangka panjang dan navigasi ruangan.  Hipokampus adalah bagian otak pertama yang mengalami kerusakan pada pasien Alzheimer yang ditandai dengan kesulitan mengingat dan kehilangan orientasi.

Dr. Gregory West menyatakan bahwa penelitian ini sesuai dengan temuan sebelumnya dalam hal mengkonfirmasi bahwa para gamers memiliki kemampuan visual yang lebih baik dibandingkan rata-rata orang biasa. Sayangnya, temuan bahwa bagian nucleus caudatus lebih aktif secara signifikan bisa merupakan isyarat terganggunya fungsi hipokampus yang sebelumnya telah diketahui berhubungan dengan beberapa kelaianan neurologis, salah satunya berupa penyakit Alzheimer.

Para peneliti percaya bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut dan melibatkan proses pencitraan baik dengan CT Scan maupun fMRI  untuk memastikan hal ini benar adanya. Khususnya untuk mengkonfirmasi integritas komponen otak hipokampus seorang gamers.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.