WASPADA MASALAH KOLESTEROL DI USIA MUDA

WASPADA MASALAH KOLESTEROL DI USIA MUDA

“Kolesterol tinggi? Nggak mungkin lah ya. Saya kan masih muda,”

Mungkin hal itulah yang sering dipikirkan oleh banyak orang muda. Masalah kolesterol masih dianggap sebagai penyakit yang terjadi hanya pada orang tua. Padahal kenyataannya, tak sedikit pula orang muda yang memiliki kadar kolesterol tinggi dan berujung pada penyakit kardiovaskuler. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam jurnal American Heart Association , sebanyak 1 dari 6 remaja telah mengalami penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung. Wow..

Masalah kolesterol sebenarnya adalah gangguan yang disebut dengan dislipidemia. Dislipidemia adalah gangguan/ perubahan kadar lemak dalam darah. Gangguan itu dapat berupa peningkatan kadar total kolesterol atau hiperkolesterolemia (>200 mg/dl), penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL) yaitu <40 mg/dl, peningkatan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yaitu >130 mg/dl, atau peningkatan kadar trigliserida dalam darah (hipertrigliserida) yaitu >150 mg/dl.

Dislipidemia sering mengakibatkan masalah pada kesehatan. Kadar lemak yang tinggi dalam darah dapat memicu timbulnya plak pada pembuluh darah. Plak ini apabila semakin banyak tertimbun dapat mengakibatkan sumbatan pada pembuluh darah. Apabila sumbatan pembuluh darah ini terjadi pada jantung dan pembuluh darah, dapat mengakibatkan penyakit jantung iskemik dan stroke.

(Baca juga: Mengenal Penyakit Pembunuh Nomor Satu di Dunia)

Penyebab utama dari kelainan lemak dalam darah adalah pola asupan makanan yang terlalu banyak mengandung lemak dan karbohidrat sederhana seperti gula, sirup, madu, tepung, dan kurangnya konsumsi serat. Selain diakibatkan faktor eksternal tersebut dislipidemia juga diakibatkan karena efek samping dari beberapa penyakit seperti diabetes, gagal ginjal kronis, sindroma nefrotik, hipotoroidisme, dan beberapa keadaan lain seperti kehamilan dan konsumsi alkohol.

Berdasarkan Panduan Penatalaksanaan Dislipidemia yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Kardiovaskuler Indonesia pada tahun 2013, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dislipidemia:

  • Kurangi asupan asam lemak jenuh
    Asupan lemak jenuh ini terdapat pada biskuit asin (crackers), kue kering manis (cookies), donat, roti dan makanan lain seperti kentang goreng atau ayam yang digoreng.
  • Hindari konsumsi seafood, santan, kuning telur dan daging tinggi lemak.
  • Tingkatkan konsumsi ikan yang banyak mengandung omega-3.
  • Tingkatkan asupan serat
    Diet makanan tinggi serat seperti kacang kacangan, buah, sayur dan sereal memiliki efek menurunkan kadar kolesterol langsung.
  • Kurangi asupan karbohidrat dan alkohol
  • Tingkatkan aktivitas fisik sehari-hari
    Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah aktivitas yang terukur seperti jalan cepat 30 menit per hari selama 5 hari per minggu, berenang – selama 20 menit, bersepeda jarak 8 km dalam 30 menit, bermain voli selama 45 menit, menyapu halaman selama 30 menit, membersihkan rumah (secara besar-besaran), bermain basket selama 15 hingga 20 menit atau berdansa selama 30 menit
  • Kurangi berat badan berlebih
    Indeks Masa Tubuh dan lingkar pinggang dipakai sebagai ukuran untuk menilai obesitas umum dan obesitas abdominal. Lingkar pinggang pria >90 cm, atau wanita >80 cm, atau dengan Indeks Massa Tubuh (BB dalam kg/ TB dalam m2) lebih dari 25 menunjukkan adanya obesitas. Kurangi berat badan hingga minimal 10% dari berat awal.
  • Hentikan kebiasaan merokok
    Menghentikan kebiasaan merokok dapat meningkatkan konsentrasi HDL hingga 5-10%
  • Kontrol ke dokter
    Selain perubahan gaya hidup, kontrollah ke dokter secara rutin untuk melakukan pengecekan kadar lemak dan pengobatan lebih lanjut.

Categories: Gaya Hidup Sehat

Comments

comments