Yuk, Donor Darah! Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Yuk, Donor Darah! Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Dalam rangka menyambut Hari Palang Merah Indonesia yang bertepatan jatuh pada tanggal 17 September ini, yuk kita donorkan sebagian darah kita! Bisa dibayangkan sebagian darah kita bisa menyelamatkan seorang ibu melahirkan yang mengalami perdarahan, atau seorang ayah yang baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas. Kita tidak pernah tahu siapa yang akan tertolong dengan sedikit bantuan kita. Kita tidak pernah tahu, keluarga mana yang merasa  bersyukur karena PMI masih memiliki stok darah, yang salah satunya adalah darah kita.

Mengingat besarnya manfaat yang diberikan, tentu membuat kita semangat untuk menyumbangkan darah. Pun begitu, masih ada yang merasa takut. Baik karena takut jarum suntik, atau takut dengan efek samping yang ditimbulkan. Padahal, selama anda memenuhi syarat, hampir tidak ada efek samping yang berarti bagi tubuh. Efek samping yang berat dan memerlukan perawatan medis sangat jarang, yaitu  kurang dari 1 dalam 3500 kasus.  Tubuh mungkin akan merasa sedikit lemas setelah donor, namun secara perlahan tubuh akan mengembalikan kondisi seperti semula.

Kita tidak perlu takut tubuh akan kehilangan darah setelah donor. Dalam waktu 24 jam, volume darah akan kembali seperti semula kembali. Selanjutnya sel darah akan kembali seperti semula setelah 4-8 minggu.

Nah, sekarang, apa saja syarat yang memungkinkan seseorang mendonorkan darahnya?

Berikut ini adalah syarat bagi orang dewasa yang ingin menyumbangkan darahnya:

  • Usia 17 – 60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh 36.6 – 37.5°C
  • Tekanan darah sistole 110 – 160 mmHg dan diastole 70 – 110 mmHg
  • Denyut nadi teratur 60 – 100x/ menit
  • Hemoglobin wanita minimal 12 gr/ dl dan pria 12.5 gr/ gl
  • Dalam 1 tahun maksimal 5x menjadi pendonor, dengan jarak waktu sekurang-kurangnya 3 bulan

Sebelum mendonorkan darah ada baiknya anda melakukan persiapan, seperti makan-makanan bergizi, istirahat yang cukup dan minum vitamin.

Selain bermanfaat bagi penerimanya, donor darah juga dapat memberikan manfaat bagi pendonornya. Dengan menyumbangkan darah, kekentalan darah akan berkurang sehingga akan mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Sistem produksi sel darah juga akan terpacu untuk memproduksi sel darah baru, sirkulasi darah juga akan semakin baik, hal ini akan membuat tubuh kita terhindar dari berbagai macam penyakit.

Lalu siapa saja yang dilarang mendonorkan darah?

  • Menderita atau pernah sakit Hepatitis B dan Hepatitis C
  • Memiliki penyakit jantung dan paru
  • Menderita kanker
  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Memiliki kecendrungan perdarahan atau kelainan darah lainnya
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Pengidap sifilis
  • Konsumsi atau ketergantungan narkoba
  • Kecanduan minuman beralkohol
  • Menderita atau beresiko tinggi terhadap HIV/ AIDS
  • Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan

Dan kapan anda harus menunda mendonorkan darah?

  • Sedang sakit demam atau influenza, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
  • Setelah cabut gigi, tunggu 5 hari setelah sembuh.
  • Setelah operasi kecil, tunggu 6 bulan
  • Setelah operasi besar, tunggu 12 bulan.
  • Setelah tranfusi, tunggu 1 tahun.
  • Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, tunggu 1 tahun.
  • Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 12 bulan.
  • Sedang hamil, tunggu 6 bulan setelah melahirkan.
  • Sedang menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
  • Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
  • Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria, tunggu 12 bulan.
  • Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
  • Bila sakit tipus, tunggu 6 bulan setelah sembuh.
  • Setelah vaksin, tunggu 8 minggu.
  • Ada gejala alergi, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
  • Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh.

Disusun oleh: dr. Vita


Categories: Gaya Hidup Sehat

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.