Menyusui Membuat Anak Pintar

Menyusui Membuat Anak Pintar

Ternyata menyusui membuat anak pintar! Masa menyusui yang lebih lama terbukti berhubungan dengan kecerdasan yang lebih tinggi dan pendapatan yang lebih besar di masa dewasa bagi seorang anak. Seperti diberitakan oleh Medscape, fakta ini diungkap oleh sebuah jurnal penelitian yang dipublikasikan pada 17 Maret 2015 lalu oleh Lancet Global Health. Penelitian ini dilakukan sejak tahun 1982 di Pentolas, Brazil dengan melibatkan sejumlah 5914 sampel.

 

Menyusui Membuat Anak Pintar (wikipedia)

Menyusui Membuat Anak Pintar (wikipedia)

 

Bernardo Lessa Hota, PhD dari Federal University of Pelotas dalam jurnal tersebut mengungkapkan masa menyusui yang lebih lama meningkatkan kecerdasan seorang anak kelak sampai dia setidaknya berusia 30 tahun. Masa menyusui yang lebih lama juga terbukti berdampak pada kemampuan seseorang dalam bermasyarakat melalui capaian pendidikan dan pendapatan finansialnya. Yang juga menarik, penelitian ini mengungkap fakta bahwa masa menyusui tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pendapatan seorang ibu. Ibu yang lebih terdidik dan termasuk berpendapatan tinggi ternyata tidak serta merta memberikan ASI lebih lama dibandingkan ibu dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang lebih rendah.

Sebelumnya, penelitian lain juga telah membuktikan bahwa di usia 7 tahun anak yang ketika bayi disusui sekurang-kurangnya selama 12 bulan memiliki kecerdasan verbal maupun nonverbal lebih baik dari bayi yang tidak disusui. Penelitian ini dilakukan oleh Mandy B. Belfort, MD, PhD dan koleganya dari Division of Newborn Medicine Boston Children’s Hospital dan Harvard Medical School dan dipublikasikan pada 29 Juli 2013 di jurnal kesehatan anak ternama, JAMA Pediatrics. Penelitian dilakukan selama 3 tahun sejak tahun 1999 dengan melibatkan 2128 sampel. Penelitian ini didukung oleh US National Institutes of Health.

Menyusui Membuat Anak Pintar telegraph

Menyusui Membuat Anak Pintar (telegraph)

 

Pengaruh ASI terhadap kecerdasan anak diyakini para peneliti disebabkan oleh asam lemak jenuh rantai panjang (long chain saturated fatty acid/DHA) yang terkandung di dalamnya. DHA ini berperan penting dalam perkembangan otak seorang anak. Erik Lykke Mortensen, MSc dari Department of Public Health and Center for Healthy Aging, University of Copenhagen, Denmark mengatakan bahwa kecerdasan sang anak akan dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan seiring bertambahnya usia.


Comments

comments