Bagaimana Tahapan Nyeri Sendi Akibat Asam Urat?

Bagaimana Tahapan Nyeri Sendi Akibat Asam Urat?

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan seiring kita beranjak tua. Hal ini terutama disebabkan oleh kemampuan ginjal yang menurun dalam membuang sisa hasil metabolisme purin.  Purin yang tidak termetabolisme dengan sempurna akan mengakibatkan tingginya asam urat dalam darah.

Kadar asam urat yang berlebihan dikenal dengan istilah hiperuresemia. Kondisi ini selanjutnya akan menyebabkan nyeri sendi atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai artritis gout atau gout. Nyeri sendi yang dirasakan adalah karena adanya endapan kristal asam urat dalam sendi atau jaringan lunak.

Kadar asam urat yang tinggi dapat disebabkan karena tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak dapat mengeliminasi asam urat dengan sempurna. Faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah, antara lain: pengobatan dengan menggunakan diuretik; konsumsi alkohol; faktor genetika; hipotiroid; obat-obatan yang menyebabkan supresi imun; niasin atau vitamin B3; overweight atau obesitas; asupan makanan kaya purin seperti daging merah, jerohan, ikan laut, buncis, kacang polong, jamur; gangguan ginjal dimana ginjal tidak mampu menyaring kotoran dengan baik.

Secara umum terdapat empat fase manifestasi gout yang meliputi hiperurisemia asimtomatik (tanpa gejala), artritis gout akut, gout interkritikal dan gout kronik dengan tofus.

Hiperurisemia asimtomatik merupakan suatu kondisi kadar asam urat yang tinggi dalam darah namun tanpa adanya gejala artritis gout atau batu ginjal. Hiperurisemia didefinisikan sebagai kadar asam urat serum lebih dari 7 mg/dL untuk laki-kalik dan lebih dari 6mg/dL pada wanita.

Artritis gout akut ditandai dengan adanya nyeri mendadak, kemerahan, keterbasan gerak serta pembengkakan pada sendi yang terkena. Nyeri cenderung paling berat dalam jam-jam pertama sampai 12 jam setelah serangan dimulai. Insidensi gout paling banyak ditemukan pada usia antara 30 tahun sampai 50 tahun. Kurang lebih 90% serangan pertama adalah monoartikuler (hanya menyerang satu sendi) dan lebih dari separuh pasien dengan gout akut sendi pertama yang terkena adalah sendi ibu jari kaki atau dikenal sebagai podagre. Wanita mengalami gout pada usia yang lebih tua dibanding laki-laki. Gout pada wanita pada umumnya terjadi setelah menopause. Gout yang terjadi sebelum usia 30 tahun pada laki-laki atau sebelum menopause pada wanita biasanya berkaitan dengan adanya defek pada enzim atau penyakit ginjal.

Gout Interkritikal merupakan fase yang mengikuti pemulihan dari artritis gout akut dimana pasien kembali masuk pada fase penyakit asimtomatik.

Frekuensi serangan gout biasanya bertambah dari waktu ke waktu. Kurang lebih 60 persen pasien mengalami serangan kedua dalam tahun pertama, dan 78 persen mengalami serangan kedua dalam dua tahun. Hanya 7 persen pasien yang tidak mengalami serangan ulang dalam periode 10 tahun. Kondisi ini disebut sebagai artritis gout berulang/rekuren. Pengobatan dapat membantu mencegah serangan gout pada orang-orang dengan gout rekuren. Jika dibiarkan, gout yang rekuren dapat menyebabkan erosi dan kerusakan sendi.

Gout kronis dengan tofus. Tofus merupakan deposit kapur dari natrium urat yang cukup besar untuk terlihat pada pemeriksaan radiologi atau dapat terjadi hampir di sendi manapun. Sendi yang paling sering terkena adalah persendian tangan dan kaki. Durasi waktu antara serangan gout pertama dan tofus bervariasi antara 3 sampai 42 tahun. Selain gout, hiperurisemia juga dapat menyebabkan batu ginjal akibat dari kristal urat yang terkumpul dalam saluran kemih.

Baca juga: Mengenal obat asam urat


Categories: Tulang dan Sendi

Comments

comments