Mengenal Berbagai Macam Obat Asam Urat

Mengenal Berbagai Macam Obat Asam Urat

Penyakit asam urat yang seringkali menjadi biang keladi nyeri pada lutut dan sendi-sendi lain, dikenal dengan istilah medis sebagai artritis gout. Nyeri yang ditimbulkan oleh penyakit ini seringkali menganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Apabila sendi sedang mengalami peradangan, tidak hanya nyeri yang terasa, namun juga bisa diikuti oleh sendi yang bengkak dan demam pada seluruh tubuh. Kondisi ini sangat tidak mengenakkan dan menyebabkan penderitanya segera mencari pengobatan.

Nah, kali ini kita akan membahas pengobatan yang diberikan untuk artritis gout, obat-obat apa saja yang biasa digunakan untuk meredakan gejala sakit asam urat? Yuk, kita tengok bersama-sama!

Pengobatan gout secara umum memiliki tiga tujuan utama yaitu untuk meredakan serangan akut, mencegah serangan ulang/rekurensi dan mencegah komplikasi gout. Komplikasi yang harus dihindari antara lain adalah munculnya tofus (pembengkakan sendi) dan batu ginjal. Pemberian obat tidak digunakan pada pasien asam urat yang tidak bergejala (hiperuresemia asimptomatik). Jika hiperurisemia (kadar asam urat tinggi dalam darah) teridentifikasi, faktor-faktor terkait seperti obesitas, hiperkolesterolemia, konsumsi alkohol dan hipertensi perlu dicari.

Obat yang digunakan untuk menangani serangan akut meliputi Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), kolkisin, kortikosteroid dan analgetik (pereda nyeri). NSAID berperan sebagai antiinflamasi/anti radang. Contoh NSAID antara lain ibuprofen, naproksen, ketoprofen, piroksikam, natrium diclofenak, indometasin atau celecoxib. NSAID memiliki efek samping nyeri perut, perdarahan dan ulkus dalam saluran cerna. Kolkisin merupakan obat antimitotik, terapi terlama yang terbukti efektif untuk gout serangan akut. Namun, kolkisin dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah dan diare pada sebagian besar pasien. Kortikosteroid dapat diberikan secara intraartikuler (disuntikkan ke dalam ruang sendi), intravena, intramuskuler atau secara oral. Pemberian kortikosteroid dilakukan oleh dokter ahli reumatologi berdasarkan indikasi. Untuk mencegah adanya serangan berulang, kolkisin dosis rendah biasanya diberikan. Obat yang menurunkan kadar asam urat seperti Allopurinol juga dapat diberikan.

Selain pengobatan secara medis, cara efektif untuk menangani gejala-gejala gout adalah perubahan gaya hidup, seperti diet yakni dengan pembatasan minuman dengan pemanis gula fruktosa dan membatasi makanan tinggi purin, seperti daging merah, jerohan dan makanan laut. Olah raga teratur dan penurunan berat badan untuk orang dengan overweight atau obesitas dan menjaga tubuh pada berat badan ideal dapat menurunkan risiko gout.


Categories: Tulang dan Sendi

Comments

comments