Belajar dari Iceu Wong, Waspada Kanker Payudara di Usia Muda!

Belajar dari Iceu Wong, Waspada Kanker Payudara di Usia Muda!

Kematian artis dangdut Iceu Wong yang terkenal karena mempopulerkan lagu dangdut “Pacar Lima Langkah” kembali mengingatkan kita untuk waspada terhadap bahaya kanker payudara.

Setelah berjuang melawan kanker selama 2 tahun, Iceu Wong meninggal pada 22 Juli 2015 kemarin di RS Immanuel Bandung. Iceu menghembuskan nafas terakhir di usianya yang baru 30 tahun. Usia yang tergolong muda untuk menderita kanker payudara. Kebanyakan kita yang berada dalam rentang usia tersebut mungkin tidak terpikir bahawa kita akan mengalami kondisi tersebut.

Kanker payudara pada wanita muda dibawah 40 tahun memang bisa ditemukan pada 7% dari seluruh kasus. Hal ini sebenarnya tergolong kecil, namun bukan berarti membuat kita menutup mata.

Risiko  kanker payudara meningkat pada orang yang memiliki faktor risiko berikut ini:

  • Riwayat kanker payudara atau penyakit lain non-kanker pada payudara
  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara, terutama ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan
  • Riwayat radiasi pada daerah dada sebelum usia 40 tahun
  • Memiliki mutasi genetik pada gen BRCA1 dan BRCA2
  • Menarche (menstruasi pertama kali) sebelum usia 12 tahun
  • Faktor risiko lain meliputi konsumsi alkohol, konsumsi daging merah dalam jumlah besar, payudara yang padat, obesitas dan ras

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi pil KB hormonal dapat meningkatkan risiko kanker payudara, namun hal ini tidak dapat dipastikan karena penelitian lain justru menunjukkan bahwa pil KB hormonal aman dan tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Diagnosis kanker payudara pada wanita dibawah 40 tahun lebih sulit dilakukan, karena jaringan payudara yang lebih padat dari wanita yang berusia lebih tua. Pada waktu benjolan mulai diketahui, seringkali kanker telah berada pada fase lanjut. Menyedihkannya lagi, kanker pada wanita muda sering kali lebih ganas dan tidak terlalu responsif terhadap terapi.

Keterlambatan  diagnosis kanker payudara dapat menimbulkan masalah. Banyak wanita usia muda yang mengabaikan warning sign seperti terabanya benjolan pada payudara atau ditemukannya sekresi cairan yang tidak biasa dari puting.  Seringkali mereka mengabaikan tanda bahwa ini karena merasa bahwa dirinya terlalu muda untuk mengalami kanker payudara. Benjolan yang ditemukan hanya dianggap sebagai kista yang tidak berbahaya. Hal ini tentu harus dipastikan dengan pemeriksaan yang seksama baik dengan pemeriksaan fisik oleh dokter yang berpengalaman dan juga dengan alat bantu seperti USG.

Hampir 80% diagnosis kanker payudara awalnya diketahui lewat laporan wanita yang mendeteksi adanya benjolan pada payudaranya. American Cancer Society menganjurkan setiap wanita usia muda 20-30 tahu untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin. Selain itu, jika sudah menginjak usia 40 tahun, mulai disarankan melakukan pemeriksaan mammografi untuk skrining kanker payudara.

(Baca juga : 7 Tes Skrining Kanker yang Wajib Diketahui Wanita)

Nah, jika anda menemukan adanya benjolan, perubahan bentuk pada payudara, serta mungkin sekresi cairan yang tidak biasa dari payudara hendaknya jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

(Baca juga: Nyeri Pada Payudara, Apa Saja Sebabnya?)

Kanker payudara sendiri sebenarnya bukan selalu berarti sebagai vonis mati. Di lingkungan sekitar kita, kita bisa menemukan para survivor kanker payudara yang tetap menjalani kehidupan dengan baik. Salah satu kunci dari keberhasilan pengobatan adalah deteksi dini dan penanganan segera kasus kanker. Menghadapi kanker, membuat kita berpacu dengan waktu. Jika diabaikan sebentar saja, kanker yang bersifat ganas bisa-bisa sudah menyebar dan sulit diatasi.

(Baca juga: Mencegah Kanker, Apakah Mungkin?)


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.