Tes Panjang Umur dengan Berdiri Satu Kaki

Tes Panjang Umur dengan Berdiri Satu Kaki

Tahukah anda? Berdiri dengan satu kaki seperti bangau ternyata bisa menjadi salah satu indikator untuk mengetahui apakah kita akan panjang umur atau tidak.

Tes ini dikenal dengan nama tes keseimbangan berdiri. Subjek diminta untuk berdiri pada satu kaki dengan mata tertutup dalam waktu tertentu.

Publikasi pada British Medical Journal pada 2014 menyebutkan bahwa subjek penelitian yang dapat menunjukkan performa yang baik saat menjalani tes ini memiliki risiko kematian yang lebih rendah dalam 13 tahun pengamatan.

Ketua penelitian ini, Rachel Cooper menyebutkan bahwa tes ini merupakan salah satu jenis tes performa fisik yang terbukti dapat meramalkan tingkat angka kematian dalam periode waktu tertentu. Tes performa fisik lainnya yang dapat dilakukan antara lai adalah tes menggenggam, tes berjalan cepat, dan tes duduk berdiri.

Apa yang di lakukan selama penelitian?

Penelitian ini melibatkan subjek yang dilahirkan pada tahun 1946 di Inggris, Skotlandia dan Wales. Pasien di temui pada usia 53 tahun dan diikuti  selama 13 tahun hingga berusia 66 tahun di tahun 2012.

Selama penelitian subjek diminta untuk melakukan beberapa tes performa fisik. Tes yang dilakukan antara lain tes mengenggam, tes  duduk dan berdiri, dan yang terakhir adalah tes berdiri dengan satu kaki dengan mata tertutup selama 30 detik.

Subjek kemudian dibagi 3 grup berdasarkan kemampuannya dalam berdiri.  Rata-rata subjek laki-laki dapat berdiri selama 5 detik. Catatan waktu terbaik  adalah subjek yang mampu berdiri selama 19 detik.

Angka ini lebih rendah ditemukan pada kelompok subjek wanita, yaitu kelompok terburuk rata-rata dapat berdiri selama 3 detik dan yang terbaik dapat berdiri selama  10 detik.

Setelah 13 tahun, para peneliti memeriksa angka kematian diantara subjek penelitian. Subjek yang termasuk golongan yang menunjukkan performa buruk hingga rata-rata ternyata memiliki risiko kematian 2.5 x lebih tinggi dibandingkan kelompok yang menunjukkan performa terbaik. Temuan ini diperoleh setelah melakukan penyesuaian terhadap variabel perancu seperti gender, indeks masa tubuh, merokok dan juga bagaimana aktivitas fisik subjek.

Pada pria atau wanita yang tidak dapat melakukan tes keseimbangan sama sekali ditemukan risiko kematian sebesar 9.6 kali dibandingkan kelompok yang menunjukkan hasil terbaiknya.

Bagaimana penjelasan ilmiahnya?

Penjelasan logis mengapa tes performa fisik dapat meramalkan sampai berapa lama orang bisa bertahan hidup antara lain adalah penurunan kemampuan fisik dapat mengindikasikan adanya penyakit yang tidak terdiagnosis.

Penurunan kekuatan otot dan tulang akan meningkatkan risiko jatuh pasien pada usia tua. Jatuh pada usia tua sendiri dapat menimbulkan implikasi yang berat, baik risiko cidera, patah tulang hingga kematian karena perdarahan pada otak.

Sebaliknya, performa fisik yang baik dapat menunjukkan ketahanan yang lebih optimal untuk melawan penyakit karena penuaan seperti penyakit kardiovaskuler (serangan jantung atau stroke), diabetes serta  dimensia.

Bagaimana rekomendasi selanjutnya?

Cooper dan tim menggaris bawahi bahwa perlunya dilakukan intervensi terhadap kelompok yang menunjukkan hasil terburuk. Secara umum aktivitas fisik secara umum dapat meningkatkan usia harapan hidup seseorang. Penelitian di Swedia membuktikan bahwa  responden yang mulai menambah aktivitas fisiknya sejak usia 50 tahun memiliki harapan hidup yang lebih baik.

Selain itu perlu diperhatikan bahwa risiko jatuh pada pasien usia tua dapat menyebabkan luka, patah tulang hingga kematian. Karena dua hal tersebut, para peneliti menegaskan pentingnya latihan fisik dan memelihara keseimbangan di usia tua.

Bagaimana cara meningkatkan keseimbangan tubuh?

Saat ini para peneliti belum menemukan olahraga terbaik apa yang mampu meningkatkan keseimbangan. Namun olahraga seperti yoga dan taichi  sudah terbukti mampu meningkatan stabilitas postural juga mengurangi stress  pada orang usia tua.   Karena latihan ini memberikan manfaat yang jelas dan efek samping yang kecil, jadi tidak ada  salahnya untuk dicoba!

 Sumber: longevity.about.com


Categories: Usia Tua

Comments

comments